HPK

Pacaran Adalah Maksiat Dan Tipu Daya Syetan

Kode Iklan Atas Artikel
Pacaran Adalah Maksiat Dan Tipu Daya Syetan

Detik Renungan
- Artikel ini adalah renungan bagi yang katanya sering sakit hati, kecewa karena cinta, cinta yang indah selalu jadi kambing hitam ketika rasa kecewa dan sakit hati melanda.

Kenapa kita harus menyalahkan cinta? sedangkan cinta adalah satu fitrah, yang saya yakin semua diantara kita pasti pernah merasakan keindahan cinta, betul tidak?

Cinta itu adalah sebuah perasaan fitrah yang cukup indah, jika diletakkan pada tempat yang betul dan jika diberikan kepada orang yang tepat, dengan cara yang benar, mengikuti ajaran Islam.

Menurut Hamka: "Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan penghargaan, menguatkan hati dalam perjuangan, menempuh onak dan duri penghidupan."

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, ada persoalan besar yg harus diperhatikan oleh orang yang cerdas, yaitu bahwa puncak kesempurnaan, kenikmatan, kesenangan, dan kebahagiaan yang ada dalam hati dan ruh tergantung pada dua hal.

Pertama: karena kesempurnaan dan keindahan sesuatu yang dicintai, dalam hal ini hanya ada Allah, karenanya hanya Allah yang paling utama dicintai.

Kedua: puncak kesempurnaan cinta itu sendiri, artinya derajat cinta itu yg mencapai puncak kesempurnaan dan kesungguhan (Al-Jawabul Kafi Liman Saala' Anid Dawaaisy-syafi (edisi terj.) hlm, 255).

Lebih lanjut Ibnu Qayyim menjelaskan: "Semua orang yang berakal sehat menyadari bahwa kenikmatan dan kelezatan yang diperoleh dari sesuatu yang dicintai, bergantung kepada kekuatan dorongan cintanya. Jika dorongan cintanya sangat kuat, kenikmatan yang diperoleh ketika mendapatkan yang dicintainya tersebut lebih sempurna."

Meski kita merasa hidup lebih indah ketika jatuh cinta tapi bukan berarti bebas melakukan apa saja atas nama cinta. Insya Allah saya cukup mengerti dengan kondisi temen-teman remaja. Di usia yang pubertas ini, apalagi ditambah dengan bombardir informasi di media massa yang ternyata lebih banyak menyesatkan ini, akhirnya nggak sedikit yang awalnya berkomitmen untuk tidak mengekspresikan cinta lewat pacaran, tapi ternyata rontok digerus arus informasi dan kehidupan yang rusak.

Sebab pernah ada juga teman kita yang berkirim e-mail ke saya bahwa ia awalnya termasuk kuat, bahkan dari kalangan keluarga yang taat beragama, dan punya prinsip nggak akan pacaran sebelum nikah.

Namun apa daya, prinsip tersebut akhirnya hilang disapu gemuruh hawa nafsu.

Meski tidak sampai kepada perzinahan (setidaknya menurut pengakuannya di e-mail tersebut), tapi dia merasa harus taubat.

Alhamdulillah, sikap kawan kita ini patut diteladani. Ngaku salah dan mau memperbaiki diri. Itu sebabnya nih, buat anak cewek, jangan tergoda rayuan cowok.

Cuma anehnya meski banyak diwanti-wanti, tetep aja cewek banyak yang tertipu dengan kelihaian rayuan anak cowok.

Walah, itu sih cowoknya emang buaya, dan ceweknya ternyata penyayang binatang. Waaah, jadi klop dong?

Jadi, tetep jaga diri, jaga pikiran, dan jaga perasaan ketika jatuh cinta.

Jangan nekat mengekspresikannya di jalur yang salah seperti pacaran dan seks bebas. Tetep iffah (jaga kesucian diri) ya. So, kudu ati-ati banget.

Yuk, kita mulai lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak. Jangan terus main-main dalam masalah seserius ini.

Kalo pun kita belum mampu untuk menikah, jangan nekat menikah. Karena pernikahan bukan urusan main-main.

Kita pun harus rela untuk membuang jauh-jauh pikiran murah dan murahan tentang "pacaran" karena pacaran sebatas penyaluran nafsu belaka, bukan cinta.

Bener lho. Soalnya kalo emang cinta nggak bakal memilih pacaran. Pacaran itu maksiat. Jadi, jaga diri hingga saatnya siap untuk menikah.

Ada baiknya sosialisasi tentang kesucian pernikahan kepada para remaja muslim rasa-rasanya perlu digiatkan terus.

Jangan sampe kalah dengan sosialisasi pacaran yang sudah berani melanggar batasan norma masyarakat, dan juga ajaran agama.

Ya, tugas kita adalah belajar Islam dengan benar, memahaminya, dan mengamalkannya dengan berdakwah kepada teman yang lain. Sehingga rahmat Islam tersebar makin luas. Insya Allah, Aamiin.
Kode Iklan Bawah Artikel
Bagikan ke Facebook

Artikel Terkait

Kode Iklan Tengah Artikel